Orang Tuaku Surgaku

Orang Tuaku Surgaku
Kita adalah anak manusia yang dilahirkan oleh orang tua kita. Keberadaan orang tua adalah wasilah akan keberadaan kita. Islam mengajarkan kita agar menghormati orang tua, mematuhi perintahnya dan membantu kesulitannya. Namun tidak sedikit orang yang tidak peduli kepada orang tuanya, bahkan menitipkan orang tuanya yang sudah tua renta ke panti jompo, atau bahkan yang lebih menyedihkan lagi ada yang menelantarkan kedua orang tuanya. Semoga risalah yang singkat ini bisa mengingatkan kita betapa pentingnya untuk kita menghormati dan menjaga orang tua kita. Dengan risalah ini mudah-mudahan banyak hati yang terbuka bahwa orang tua adalah surga, di dunia maupun di akhirat sana.
Kasih Sayang Orang Tua
Orang tua tidak sekedar melahirkan anaknya kemudian menelantarkannya atau membiarkannya hidup sendirian. Akan tetapi orang tua dengan suka rela membesarkan dan mendidik anaknya. Bahkan tidak jarang orang tua yang tidak tidur malam karena menemani dan menjaga anaknya yang tidur tenang, menjaganya agar tidak terbangun, tidak jarang orang tua yang sering menahan letih untuk menafkahi anak-anaknya.
Apalagi seorang ibu, ia sangat mengasihi dan menyayangi anaknya. Rasa sakit ketika mengandung dan melahirkan tidak dipedulikannya karena besarnya rasa sayangnya kepada yang dikandungnya. Allah berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,
“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf: 15).
Dengan demikian tidak diragukan lagi besarnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. Kasih sayang orang tua itu merupakan nikmat yang besar untuk si anak. Maka tidak berlebihan jika kita katakan bahwa orang tua adalah di antara nikmat surga di dunia. Karena nikmat kasih sayang itu diberikan oleh orang tua kepada anaknya tanpa mengharapkan imbalan, sebagaimana nikmat surga di akhirat nanti Allah tidak mengharapkan imbalan dari hambaNya dari nikmat surga yang diberikanNya. Meskipun tentunya nikmat surga jauh lebih besar akan tetapi di dunia nikmat kasih sayang orang tua juga sangat besar
Suatu saat ada tawanan perang yang memeluk anaknya dan menyusui anaknya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menurut kalian, apakah perempuan ini tega melemparkan anaknya itu ke api ?” Kamipun menjawab, “Demi Allah, tidak akan melemparkannya ke api selama dia masih mampu untuk tidak melemparnya”. Lalu Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada para hamba Nya melebihi kasih sayang perempuan ini terhadap anaknya” (HR. Bukhari, 5999)
Kedudukan dan Hak Orang Tua
Orang tua bukanlah orang biasa saja dalam agama Islam. Orang tua memiliki kedudukan yang tinggi di mata Islam. Allah subhanahu wata’aalaa ketika memerintahkan hambaNya untuk tidak beribadah melainkan hanya kepadaNya, Allah kemudian memerintahkan agar hambaNya berbuat baik kepada orang tua. Allah berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”. (QS. Al-Isra’: 23).
Allah juga menyandingkan perintah syukur kepadaNya dengan perintah syukur kepada orang tua. Allah berfirman: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Akulah kembalimu”. (QS. Luqman: 14)
Selain itu keridhaan orang tua kepada anaknya adalah di antara tanda ridho Allah padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua” (HR. Tirmidzi, 1899, Ibnu Hibban, 429, Bayhaqi dalam Syu’abul Iman, 7830). Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua, karena keridhaan Allah adalah sebab masuk surga, dan keridhaan Allah tidak bisa diraih tanpa keridhaan orang tua.
Karena besarnya hak orang tua atas anaknya, Allah memberikan kepada orang tua hak kepemilikan atas harta yang dimiliki anaknya. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian bertanya: “wahai Rasulullah sungguh aku memiliki harta dan anak, sedangkan orang tuaku tengah membutuhkan hartaku”, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “kamu dan hartamu adalah milik orang tuamu, karena anak-anak kalian adalah di antara hasil usaha terbaik kalian, maka makanlah dari hasil (jerih payah) anak kalian”. (HR. Abu Daud, 3530)
Di antara tanda besarnya hak orang tua atas anaknya adalah bahwa Allah menjadikan do’a orang tua untuk anaknya termasuk di antara do’a yang mustajab. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang laki-laki yang beribadah, dan dia berada di pertapaannya, dan ibunya datang kepadanya ketika dia sedang shalat, dan dia berkata: “Wahai Jurayj, aku ibumu, berbicaralah kepadaku”, ia pun berkata: “Ya Tuhan, ibuku dan sholatku” maka dia lebih memilih sholatnya, dan pada hari kedua juga, dia memilih sholatnya, dan pada hari ketiga datang kepadanya, dan dia berkata: “Ya Tuhan, ibuku dan sholatku”, maka dia tetap meneruskan sholatnya, ibunya pun berdo’a: “Ya Tuhan, jangan biarkan dia mati sampai dia melihat wajah para pelacur itu”. Maka Allah mengabulkan doa sang ibu, kemudian pelacur dari anak-anak seorang Israel yang hamil karena perzinahan, memfitnahnya, dan dia berkata bahwa juraij lah yang telah menghamilinya, maka dia (juraij) disiksa dan tempat pertapaannya dirobohkan, dan akhirnya Allah menyelamatkannya setelah hukuman yang disegerakan. (HR. Bukhari, 2482) Hadits tersebut menunjukan bahwa do’a orang tua untuk anaknya sangat mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu: “Tiga do’a yang mustajab dan tidak diragukan, do’a orang tua, do’a musafir dan doanya orang yang didzolimi”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi) (lihat Kitab Birrul Walidaini, Said bin Wahf al-Qahthaniy, 30-32).
Pintu Surga
Selain kasih sayang orang tua yang begitu besar hinga diibaratkan seperti sumber kebahagian dan surga di dunia, orang tua juga merupakan sarana untuk seorang anak meraih surga Allah subhanahu wata’aalaa. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, terserah engkau mau menyianyiakannya atau menjaganya” (HR. Tirmidzi, 1900, Ibnu Majah, 3663 dan Ahmad, 27551). Dari hadits tersebut menunjukan bahwa orang tua adalah sarana untuk meraih surga, yakni dengan berbakti kepadanya dan memuliakannya.
Sebaliknya jika seorang anak durhaka kepada orang tuanya, maka ia berdosa dan bisa menyebabkannya terhalang dari surga. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “sungguh celaka, sungguh celaka”. Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam ditanya: “siapa (yang celaka), wahai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam?”. Beliau menjawab: “Orang yang mendapati orang tuanya sudah tua, salah satu atau keduanya, namun tidak bisa menyebabkannya masuk surga” (HR. Muslim, 2551)
Kesimpulan
Orang tua memiliki kedudukan tinggi dan hak yang besar atas anaknya. Maka wajib bagi setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Orang tua sangat mengasihi anak-anaknya, saking besarnya kasih sayang mereka layak diistilahkan dengan nikmat surga di dunia. Selain itu orang tua juga merupakan pintu surga bagi anaknya di akhirat nanti. Anak yang taat kepada orang tua akan mendapatkan sarana meraih surga sebaliknya anak yang durhaka akan terhalang dari surga.
Penulis: Ustadz Slamet Nur Raharjo, M.Pd. حفظه الله
I just could not leave your website before suggesting that I extremely enjoyed the usual info an individual supply on your visitors? Is going to be back steadily in order to investigate cross-check new posts.
I’m still learning from you, as I’m making my way to the top as well. I absolutely enjoy reading all that is written on your blog.Keep the information coming. I liked it!
soq0on
8fpisf
ns0spc
fuihz9
gx547r
I am glad to be one of several visitants on this great website (:, appreciate it for posting.
cheap canadian pharmacy
https://expresscanadapharm.com/# canadian pharmacy
canadian pharmacy online store
They have a fantastic range of supplements.
cost of cipro without a prescription
Their commitment to global patient welfare is commendable.
Love their spacious and well-lit premises.
where to get generic cytotec for sale
Love their range of over-the-counter products.
The children’s section is well-stocked with quality products.
can i get cytotec without prescription
Always responsive, regardless of time zones.
They offer great recommendations on vitamins.
where buy clomid without rx
Their international catalog is expansive.
My brother suggested I would possibly like this website. He was once totally right. This put up truly made my day. You cann’t consider just how so much time I had spent for this information! Thank you!
vzz0p5